Rekayasa Berita CNN, Jurus Sian-Sian Kelabui Investor Lucky Star hingga Raup Rp15, enam M

0
243

Suara. com – HS alias Sian-Sian, tersangka kasus penipuan bermodus investasi bodong Lucky Star, menggunakan berita dari CNN untuk mengelabuhi para objek ketika komisi yang kudu dibayarkannya macet.

HS telah ditetapkan jadi tersangka, karena dugaan penipuan investasi bodong, dengan total korban sebanyak 53 karakter. Adapun kerugian korban dengan keseluruhan mencapai Rp15, 6 miliar

Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menuturkan, saat HS tidak mampu membayar keuntungan yang seharusnya diterima para investornya, tempat menyalin berita dari CNN, seolah-olah sebuah informasi formal dari kantor Lucky Star di Belgia.

Untuk diketahui, HS mengaku sebagai orang perwakilan dibanding Lucky Star, perusahaan investasi asal Belgia.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Investasi Bodong, Perempuan Berinisial HS Jadi Tersangka

“Beberapa rekayasa yang dilakukan tersangka supaya para investor tidak menagih, tersebut ada berita asli di CNN, disampaikan bahwa terjadi lockdown di Belgia. Ini padahal yang rilis CNN, tapi diubah seolah-olah tersebut pemberitaan dari Lucky Star perusahaan Belgia, ” sebutan Ady di Mabes Porles Metro Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021).

Introduksi Ady, tersangka HS mengiming-imingi para korbannya dengan makna yang cukup besar dari investasi yang dilakukan.

Adapun nilai investasi dipatok mulai dari Rp25 juta – Rp500 juta dengan keuntungan 4-6 obat jerih setiap bulannya. Selain itu para korban juga dijanjikan hadiah berupa handphone & mobil. Namun, pembayaran dengan dilakukan tersangka kepada para-para investor hanya berlangsung semasa 4-6 bulan. Karena pembalasan macet, para korban tiba curiga dan melaporkan ke kepolisian.

Berdasarkan hasil pengkajian baru teridentifikasi sebanyak 53 orang yang diduga menjelma korban. Total kerugian seluruhnya ditaksir mencapai Rp15, 6 miliar.

“Dari hasil yang kami dalami kemungkinan ada 100 orang yang ikut, jadi peluang kerugian lebih besar, ” imbuh Ady.

Menangkap Juga: Polisi Dalami Kasus Investasi Membersil Aplikasi Lucky Star, Target Rugi Miliaran Rupiah

Di samping itu, kata Ady aplikasi Lucky Star yang digunakan simpulan HS hanya terdaftar sebagai perusahaan di Kementerian Hukum dan HAM. Namun tak terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan investasi Forex.