Polres Jakpus: Korban Tewas Tawuran di Kemayoran Bukan karena Melerai

0
284

Suara. com – Polres Metro Jakarta Pusat mengklarifikasi, korban berinisial ML (34) yang mati dalam peristiwa tawuran mengiringi pemuda Kelurahan Utan Panjang dengan Harapan Mulia, Kemayoran bukan karena melerai, tetapi ikut dalam kejadian bertabrakan tersebut.

“Yang kedua terkait peran sejak korban yang meninggal dunia jelas yang korban meninggal dunia, adalah bagian daripada remaja yang ikut tawuran tersebut, ” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto dalam Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Diketahui target merupakan warga Kelurahan Jalan Mulia, Kemayoran, Jakarta Sentral. Dia tewas mengenaskan sesudah mendapatkan luka sobekan senjata tajam di bagian perutnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar di sosial media, ML disebutkan sebagai korban meninggal kelanjutan melerai tawuran yang berlaku.

Baca Juga: Ada Aksi Bela Palestina, Beribu-ribu Personel TNI-Polri Jaga Selektif Kedubes AS

Sementara itu, dalam perihal ini delapan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, makin empat diantaranya merupakan bujang di bawa umur.

Adapun para tersangka itu adalah RR pedengan A (15), MF alias P (17), ADL pedengan A (15), MD pedengan D (15), ABS alias P (24), ZFG nama lain K (22), dan JML alias S (18), ketujuh orang itu dalam perihal tawuran berperan melempar korban ML (34) dengan kurang ajar.

Sementara ISK alias I (18), dengan melakukan pembacokan kepada objek ML hingga meninggal negeri. ISK juga diketahui mematok, saat ini masih buron atau dalam pengejaran kepolisian.

Modus Adu Jago

Untuk modus dari peristiwa itu kata Setyo, dipicu situasi yang sangat sepele, yaitu ajang untuk membuktikan kekuatan diri.

Baca Juga: Tawuran Berserakan di Kemayoran, Satu Orang Tewas saat Melerai

“Budaya premanisme sudah menjangkiti remaja kita. Ngerasa sudah paling kuat, merasakan sudah paling hebat, mengadu, adu kekuatan. Menantang golongan remaja lain untuk membuktikan supremasinya. Jadi ini satu diantara ciri-ciri budaya premanisme, mau menunjukkan supremasinya dengan kebengisan, ” jelasnya.