Penuh Warga Derita Patah Terampil, Dokter yang Dikirim ke Banjir NTT Sedikit

0
433

Suara. com – Besar Badan Nasional Penanggulangan Petaka (BNPB) Doni Monardo melahirkan saat ini korban kesusahan banjir bandang akibat tersangkut siklon tropis Seroja di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) memerlukan bantuan dokter.

Doni menyebut dokter dengan sudah terjun ke lokasi bencana masih terbatas, sehingga pemerintah berupaya mendatangkan tabib dari Jawa Timur serta Sulawesi Selatan.

“Di hampir semua tempat tersedia wahana kesehatan walaupun tenaga tabib masih terbatas, Kemenkes sudah melakukan koordinasi untuk meneruskan dokter dari beberapa provinsi seperti Sulawesi Selatan serta Jawa Timur, ” cakap Doni Monardo usai Rapat Terbatas secara virtual dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, kendala utama bagi tim medis di lapangan adalah banyak pasien dengan patah tulang sementara peralatan medis terbatas.

Baca Juga: Benny K Harman Desak Jokowi Tetapkan Kematian Nasional untuk Banjir NTT

“Obat-obatan tengah masih terpenuhi, kecuali alat-alat merawat pasien patah tangkas, ini yang masih kurang, dan kami sudah berkoordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar, ” kata dia.

Doni menyebut anak obat patah tulang ini bakal dievakuasi ke pulau terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dengan helikopter.

Lima helikopter yang sudah dikerahkan antara lain, di Larantuka: Heli Mi-8 (kapasitas 4 ton), Heli Kamov 32A (kapasitas 5 ton), Heli EC-155 (kapasitas 12 seats), dan di Kupang: Heli AW 119 (kapasitas 7 seats), dan Heli Bell 412EP (kapasitas 12 seats).

Diketahui, badai siklon tropis Tunjung telah menerjang 10 kabupaten dan 1 kota dalam NTT, antara lain; Tanah air Kupang, Kabupaten Flores Timur (banjir bandang), Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Daksina, dan Kabupaten Ende.

Hingga Senin (5/4/2021) pukul 23. 00 WIB tercatat sudah ada 128 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 71 orang masih habis, 15 luka-luka, 2. 019 kepala keluarga atau 8. 424 orang mengungsi, dan 1. 083 KK ataupun 2. 683 warga yang lain terdampak.

Baca Pula: Update Banjir Bandang NTT: Korban Wafat Jadi 84 Orang

Kemudian kerugian materiil yang tercatat sejauh tersebut; 119 rumah rusak berat, 118 rumah rusak medium, 34 rumah rusak rendah, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 1. 962 rumah terdampak, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 14 fasilitas umum rusak mengandung, satu fasum rusak mudah, 84 fasum terdampak & 1 kapal tenggelam.