Hakim Tolak Eksepsi ke-3 Kekasih Rizieq soal Kasus Ulangan Swab, Ini Alasannya

0
431

Suara. com – Nota keberatan atau eksepsi Buah hati Rizieq Shihab atas perkara swab test RS UMMI diputuskan ditolak lembaga hakim pada sidang yang digelar di Pengadilan Kampung Jakarta, Rabu (7/4/2021) ini. Hakim pun ungkap kausa mengapa eksepsi Rizieq ditolak.

Alasan yang disampaikan majelis hakim tersebut antara lain, yakni perkara atau surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai sudah sesuai dengan ketentuan KUHAP.

“Menimbang bahwa setelah membaca dan mengkaji surat dakwaan atas nama Muhammad Rizieq Shihab atau Kekasih Rizieq Shihab majelis hakim berpendapat bahwa surat dakwaan tersebut sudah memenuhi sarana formil suatu surat perkara, ” kata Ketua Perhimpunan Hakim Khadwanto dalam persidangan.

Dalam aturan, isi pokok berisi kalau dakwaan jaksa penuntut umum telah memuat nama sempurna, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kemaluan, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan terdakwa.

Baca Pula: Pernikahan Atta dan Aurel Dijadikan Senjata Rizieq Shihab di Konvensi

Selain tersebut, telah diuraikan secara saksama, jelas dan lengkap melanda tindak pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu & tempat tindak pidana tersebut dilakukan.

Lalu alasan lainnya yang buat eksepsi Rizieq ditolak yaitu sejumlah poin dalam nota keberatan dianggap sudah hadir pada pokok perkara ataupun tidak berkesesuaian.

“Sebagaimana eksepsi terdakwa, tidak masuk ke dalam lingkup keberatan, ” katanya.

Kemarin, eksepsi Rizieq atas perut kasus berbeda juga ditolak majelis hakim. Dua urusan itu terkait kasus gerombolan massa di Petamburan, Jakarta dan kasus kerumunan dalam Megamendung, Bogor.

Adapun hakim kemudian mengampukan jaksa penuntut umum buat mempersiapkan saksi lantaran sesi akan dilanjutkan dengan jadwal pemeriksaan saksi.

Mengaji Juga: Mengerikan! Orang Habib Rizieq: Tangan Hakim Separuh di Surga dan Neraka

Dalam kasus swab test RS UMMI, Habib Rizieq Shihab didakwa dianggap telah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya dengan terpapar Covid-19 saat berkecukupan di RS UMMI Bogor.