Bongkar Masalah Dana Otsus Papua, Polri: Penyelewengan Rp1, 8 Triliun Bertambah

0
614

Suara. com – Polri mengungkapkan adanya dugaan penyelewengan terkait pengelolaan persediaan anggaran otonomi khusus atau Otsus Papua. Bahkan, nilai uang terpaut dugaan adanya penyelewengan dana Otsus Papua itu salah satunya disebut mencapai angka triliunan.

Hal itu diungkapkan oleh Besar Biro Analis Badan Intelijen & Keamanan (Karoanalis Baintelkam) Polri Brigjen Achmad Kartiko dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Daksina, Rabu (17/2/2021).

Padahal, kata Achmad, anggaran Otsus ratusan triliun itu telah digelontorkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan ketimpangan dan konflik yang ada dalam tanah Papua dan Papua Barat.

“Sudah Rp93 triliun dana digelontorkan untuk Papua dan Rp33 triliun untuk Papua Barat. Namun ada permasalahan penyimpangan perkiraan, ” ungkap Achmad.

Baca Juga: DPR: Pembahasan Revisi Otsus Papua Tidak Boleh Parsial

Selain itu, Achmad menyebut Institusi Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menemukan adanya dugaan pemborosan serta ketidakefektifan dalam penggunaan dana Otsus Papua. Selanjutnya, ada juga dugaan penggelembungan harga atau markup berkaitan dengan pengadaan sejumlah fasum atau wahana umum di wilayah Papua dengan menggunakan anggaran Otsus.

“Kemudian pembayaran fiktif dalam pembangunan PLTA sekitar Rp9, 67 miliar. Ditemukan penyelewengan dana sebesar bertambah dari Rp1, 8 triliun, ” imbuhnya.

Dana Otsus Papua diketahui memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya, meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua serta mengurangi kesenjangan antar wilayah, antar kota dan antar kampung. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Peraturan Nomor 21 Tahun 2001 mengenai Otonomi Khusus Papua.