Belakang Tewasnya Maaher, DPR: Keluarga Harus Diberi Akses Periksa Tahanan

0
604

Suara. com – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan kasus wafatnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri harus menjadi kursus bagi Polri. Semisal halnya membuka akses kepada dokter dari sungguh yang dibawa keluarga turut menjajaki tahanan yang sakit.

Menurut Arsul, pemeriksaan dari tabib atau tenaga kesehatan yang dibawa pihak keluarga menjadi perlu, menetapi dokter tersebut sebelumnya kemungkinan mempunyai rekam medis atau riwayat kesehatan tahanan terkait.

“Ke depan jika dokter serta tenaga kesehatan Polri atau lembaga penegak hukum terbatas, maka dimungkinkan dokter dari luar, yang dibawa keluarga atau penasehat hukum buat dapat diberi akses memeriksa orang yang ditahan. Dengan demikian tersedia kesempatan pula untuk memperoleh second opinion terkait kondisi kesehatan tahanan yang bersangkutan, ” kata Arsul dihubungi, Selasa (9/2/2021).

Tetapi Arsul menegaskan opsi tersebut bukan berarti memudahkan tahanan dirujuk ke rumah sakit lain di sungguh RS Polri. Melainkan harus melewati tahapan awal, yaitu mendatangkan dokter dari luar untuk memeriksa tangsi di rutan.

Baca Juga: Jalan Meninggalnya Ustadz Maaher di Rutan Bareskrim Polri

“Jadi tidak bisa juga tahanan menimbulkan dibawa ke RS lain tetap dikabulkan. Objektivitas dan urgensitas permintaannya harus dinilai dulu oleh tabib lain selain dokter Polri. Tetap dengan biaya sendiri, bukan tanggungan atau memakai anggaran Polri, ” kata Arsul.

Keluarga Minta Maaher Dirujuk ke RS Ummi

Pihak keluarga sempat meminta Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata dirujuk ke RS Ummi Bogor, Jawa Barat. Permintaan itu disampaikan empat hari lalu sebelum kesudahannya Maaher meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri, Senin (8/2/2021).

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Maaher, Djudju Purwantoro. Dia berujar permintaan agar Maaher dirujuk ke RS Ummi Bogor itu diajukan pada Kamis (4/2) pekan lalu.

“Tiga hari lalu (berkas urusan tahap dua Maaher) sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hari Kamis kami sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan suku, ” kata Djudju saat dikonfirmasi, Senin malam.

Baca Juga: Wasiat Ustadz Maaher: Ingin Bawa Keluarga Bertemu Langsung Habib Luthfi

Maaher sebelumnya dikabarkan meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri pada Senin malam. Kabar tersebut pun dibenarkan sebab Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.